Bayangkan, ada satu jiwa yang terperangkap dalam pekatnya api Jahanam. Bukan sehari-dua hari, tapi selama seribu tahun.
Di tengah siksa yang tak terbayangkan, suaranya yang serak hanya memanggil dua asam Allah yg mulia:
يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ
"Wahai Yang Maha Pengasih... Wahai Yang Maha Pemberi..."
Seribu tahun ia hanya menggantungkan harapan pada dua asma itu, hingga akhirnya Allah berfirman kepada Malaikat Jibril, "Pergilah, jemput hamba-Ku itu."
Malaikat Jibril turun ke neraka, namun di sana jutaan manusia sedang tersungkur, meraung, dan tenggelam dalam tangis yang memilukan. Jibril kembali dan mengadu bahwa ia sulit menemukannya di tengah lautan penderitaan itu.
Namun Allah Swt., yang tak pernah sedetik pun melupakan hamba-Nya, menunjukkan lokasi tempat hamba itu merintih.
Saat hamba itu akhirnya berdiri di hadapan Sang Pencipta, Allah bertanya lembut, "Wahai hamba-Ku, bagaimana tempat tinggalmu (neraka) tadi?"
Sambil gemetar dan tertunduk lesu, hamba itu berbisik, "Wahai Tuhanku, itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali, tempat istirahat yang paling menyiksa."
Lalu Allah Swt. memerintahkan:
رُدُّوا عَبْدِي
"Kembalikan ia ke tempatnya."
Mendengar itu, hamba tersebut tak lagi meronta. Dengan sisa harapan yang hampir padam, ia berkata lirih:
يَا رَبِّ مَا كُنْتُ أَرْجُو إِذْ أَخْرَجْتَنِي مِنْهَا أَنْ تُعِيدَنِي فِيهَا
"Wahai Tuhanku... aku benar-benar tak menyangka, setelah Engkau mengeluarkanku dari sana, Engkau akan melempar aku kembali ke dalamnya..."
Hati yang patah itu akhirnya meluluhkan segalanya. Allah pun berfirman, "Bebaskan hamba-Ku ini." Karena sungguh, Allah tak akan menolak harapan hamba yang benar-benar percaya pada kasih sayang-Nya.
Saat kisah ini disampaikan kepada Imam Hasan Al-Bashri tentang manusia ber-nama Hannad, orang terakhir yang keluar dari neraka.
Mendengar itu, Imam Hasan Bashri menangis dan berkata:
يَا لَيْتَنِي كُنْتُ هَنَّاداً
"Seadainya (berharap) aku menjadi Hannad"
Orang-orang terperangah, "Mengapa engkau ingin menjadi dia?"
Beliau menjawab pedih:
وَيْحَكُمْ، أَلَيْسَ يَوْماً يَخْرُجُ؟
"Celakalah kalian..! Tidakkah kalian sadar? Setidaknya, suatu hari nanti dia pasti akan keluar."
Benar. Meskipun Hannad menjadi orang yang paling terakhir, Hannad tetap mendapatkan ampunan dan jaminan surga karena masih ada iman (tauhid) di hatinya.
Sementara kita? Kita bahkan tidak punya jaminan apakah akan meninggal dalam keadaan membawa iman.
Ya Allah... Takdirkan kami semua meninggal dalam keadaan membawa Iman, husnul khatimah.
Sumber: Kitab Sirajut Thalibiin juz 2 hal 290.
إِنَّ عَبْدًا فِي جَهَنَّمَ يُنَادِي أَلْفَ سَنَةٍ يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ فَيَقُولُ اللهُ لِجِبْرِيلَ اذْهَبْ فَأْتِنِي بِعَبْدِي هَذَا فَيَنْطَلِقُ جِبْرِيلُ فَيَجِدُ أَهْلَ النَّارِ مُكِبِّينَ يَبْكُونَ فَيَرْجِعُ إِلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيُخْبِرُهُ فَيَقُولُ: ائْتِنِي بِهِ فَإِنَّهُ فِي مَكَانِ كَذَا وَكَذَا فَيَجِيءُ بِهِ فَيُوقِفُهُ عَلَى رَبِّهِ فَيَقُولُ لَهُ يَا عَبْدِي كَيْفَ وَجَدْتَ مَكَانَكَ وَمَقِيلَكَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ شَرَّ مَكَانٍ وَشَرَّ مَقِيلٍ فَيَقُولُ رُدُّوا عَبْدِي فَيَقُولُ يَا رَبِّ مَا كُنْتُ أَرْجُو إِذْ أَخْرَجْتَنِي مِنْهَا أَنْ تُعِيدَنِي فِيهَا فَيَقُولُ دَعُوا عَبْدِي
وَذُكِرَ عِنْدَ الْحَسَنِ أَنَّ آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ هَنَّادٌ، عُذِّبَ أَلْفَ عَامٍ يُنَادِي: يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ، فَبَكَى الْحَسَنُ وَقَالَ: يَا لَيْتَنِي كُنْتُ هَنَّاداً، فَتَعَجَّبُوا مِنْهُ فَقَالَ: وَيْحَكُمْ، أَلَيْسَ يَوْماً يَخْرُجُ؟
(Gus Dewa Menjawab)
Sumber foto: Islami.co
