3 Kondisi yang Sangat Disunnahkan Untuk Bersiwak

Islam merupakn agama yang menganjurkan bagi umatnya untuk menjaga kebersihan badan, salah satunya yaitu menjaga kebersihan mulut. Menjaga kebersihan mulut itu juga bisa dengan menggosok gigi ataupun dalam agama Islam bisa disebut dengan bersiwak.

Dalam Taysir Fathul Qorib, lengkap dengan Makna Ala Pesantren dan Terjemahan Ringkas halaman 14, bersiwak sangat disunnahkan dalam tiga kondisi:

وهو) أي السواك (في ثلاثة مواضع أشد استحباباً) من غيرها

أحدها (عند تغير الفم من أزم) قيل هو سكوت طويل. وقيل ترك الأكل، وإنما قال (وغيره) ليشمل تغير الفم بغير أزم كأكل ذي ريح كريه من ثوم وبصل وغيرهما.

(و) الثاني (عند القيام) أي الاستيقاظ (من النوم و) الثالث (عند القيام إلى الصلاة) فرضاً أو نفلاً

Artinya: Siwak sangat disunnahkan dalam tiga keadaan, yaitu yang pertama, saat berubahnya bau kerena diam dalam waktu yang lama dan selainnya. Kedua, ketika bangun dari tidur dan Ketiga, ketika mendirikan shalat.

Dalam redaksi tersebut dijelaskan bahwa bersiwak sangat disunnahkan dalam tiga kondisi yaitu:

1. Saat berubahnya bau karena diam dalam waktu yang lama ataupun seseorang yang sedang berpuasa.

2. Ketika bangun dari tidur.

3. Ketika mendirikan shalat.

Pada penjelasan di atas sudah jelas bahwa keutamaan seseorang dalam membersihkan mulut atau juga bisa disebut dalam agama Islam yaitu bersiwak dalam semua kondisi, dan yang lebih dianjurkannya lagi dalam ketiga kondisi tersebut.

Siwak sendiri merupakan alat untuk membersihkan mulut. Tradisi tersebut telah bekembang sebelum Islam hadir. Orang-orang Arab kuno dan beberapa masyarakat gurun pasir lainnya sudah mengenalnya dan mempraktikkannya. Mereka biasanya membuat siwak dari kayu Arok.

Namun seiring berkembangnya zaman, kini siwak digantikan dengan sikat gigi yang dicampuri dengan pasta gigi. Tradisi baru ini dipelopori oleh bangsa Eropa. Mereka mendesain plastik dan semacamnya untuk membuat siwak yang lebih halus dan lembut.

Tetapi intinya sama, yakni membersihkan mulut agar tidak bau. Sehingga jika aroma mulut bisa terjaga, maka komunikasi akan lebih hangat dan ringan. (Svz)

 

Anwar Fakhri Dzulfiqar, Santri Pers Al-Hikmah kelas X C